Dear (1)

Aku kira kamu terlalu nyaris sempurna untuk aku
Aku kira kamu terlalu baik untuk aku
Aku kira kamu begitu terjaga bak intan yang gak sembarang orang bisa menyentuhnya
Nyatanya kamu sama saja
Sama seperti laki-laki lainnya
Sama seperti pada umumnya
Nyatanya selama ini, itu hanyalah cover belaka
Selama ini aku tertipu oleh kebaikan kamu yang nyatanya... Ah sudahlah.
Tak perlu diperjelas, tak perlu dipertegas
Bukankah memang benar? Bahwa waktu akan membuktikan siapa jati diri seseorang
Siapa dia dalam bulunya
Siapa dia dalam kepura-puraannya
Satu kata yang mungkin terlalu frontal untuk kamu. Mungkin terdengar tidak sopan jika diucapkan
Mungkin juga terbaca tidak sopan jika ditulis
Tapi, boleh ya aku sebut kamu serigala berbulu domba? Atau kalau kata kasarnya.. Maaf, Kamu munafik akhi :)

Komentar